Pertahankan Prestasi Tahfidz SMP Negeri Padang Panjang

 

Sebagaimana pemberitaan TV MU atau TV Muhammadiyah yang sudah berskala nasional dalam ekspos beritanya disampaikan, dalam rangka memperingati milad MA KM Kauman Padang Panjang yang ke 89 diadakan lomba tahfidz pionering dan volly ball dalam pemberitaan itu juga disampaikan bahwa panitia menyatakan ini adalah lomba pertama tahfidz berantai yang diadakan di Sumatera Barat.

Dari 15 SMP/ MTS se Sumbar yang ikut andil dalam perlombaan tersebut satu hal yang sangat menarik bahwa yang menjadi juara di perlombaan tersebut semuanya diborong habis oleh SMP negeri Padang Panjang, yang jadi juara 1 SMP negeri 1 Padang Panjang dan juara 2 SMPN 5 Padang Panjang dan juara 3 SMP negeri 6 Padang Panjang

Satu hal yang menarik untuk dicermati adalah tahfidz berantai yang diadakan pertama kali di Sumbar dan juara yang diraih oleh SMP negeri Kota Padang Panjang.

Tahfidz berantai atau tahfidz group merupakan suatu hal yang menarik karena yang dinilai bukan individu siswa tetapi seluruh siswa secara kolektif dan ini menunjukkan yang dinilai itu tidak hanya individu tetapi institusi penyelenggara tahfidz

Sekedar menginformasikan sebenarnya kegiatan lomba tahfidz grup di kota Padang Panjang sudah pernah dilakukan 1 bulan sebelumnya ketika wisuda tahfidz SMP negeri se kota Padang Panjang di mana untuk mencari juara-juara seluruh peserta atau wisuda tahfidz maka diadakan lomba tahfidz per group, dimana dari 6 SMP negeri yang ada di kota Padang Panjang yang keluar sebagai juara 1 putra adalah SMP 5 Padang Panjang juara 2 SMP 1 Padang Panjang dan juara 3 SMP 6 Padang Panjang, sedangkan untuk Putri yang meraih juara 1 adalah SMP 6 Padang Panjang dan juara 2 SMP 1 Padang Panjang sedangkan juara 3 diraih oleh SMP negeri 5 Padang Panjang

Kegiatan wisuda tahfidz ini merupakan kegiatan penutup dari kegiatan pembinaan tahfidz yang diadakan oleh pemerintah kota Padang Panjang melalui Kabag kesra. dari 1 tahun pembinaan tahfiz tersebut, lebih dari 300 siswa yang mendapatkan sertifikat wisuda atau tahfidz mulai dari 5,
3, 2 dan 1 juz.

Namun dalam sambutannya Kabag kesra menyampaikan bahwa program kegiatan tahfidz akan diambil alih oleh dinas pendidikan kota Padang Panjang sedangkan Kabag kesra fokus terhadap pembinaan tahfidz di kelurahan dengan program kampung tahfidz.

Sebenarnya bukan apa-apa,kegiatan tahfidz yang dilaksanakan di SMP negeri kota Padang Panjang jauh sebelum program tahfidz kota dilaksanakan, masing-masing sekolah negeri yang ada di Padang Panjang telah melaksanakan program tahfidz kepada siswa-siswa mereka.

sebagai contoh SMP 5 Padang Panjang telah melakukan wisuda 5 angkatan wisudawan, yang mana wisuda tersebut diadakan sekali 2 tahun,secara konsisten dari tahun 2009 kegiatan pembinaan tahfiz telah dilaksanakan dan wisuda pertama pada tahun 2011

Mulai dari kepala sekolah yang pertama Bapak Agus Setiawan, Bapak Syarifudin, Bapak Muji Sirwanto sampai ibu Ermita. Dan terakhir pada wisuda angkatan ke- 5 l, SMP 5 Padang Panjang me wisuda kan 106 wisudawan tahfidz baik Juz 1,2 maupun 3 juz.

Begitu menggeliat nya program wisuda tahfidz tersebut, seluruh SMP negeri se kota Padang Panjang telah melaksanakan wisuda tahfidz di masing-masing sekolah.

Kegiatan tahfidz di SMP Negeri sebenarnya tidak dilaksanakan pada jam ekskul saja tapi setiap kesempatan yang ada ditambah juga pada jam pelajaran pendidikan al-qur’an yang fokus pada tahsin atau perbaikan bacaan Alquran dan setelah itu menghafalkan Alquran kemudian pemahaman dan pengamalan Alquran.

Jadi menurut kami prestasi yang diraih oleh SMP negeri kota Padang Panjang dalam bidang tahfidz bukan sesuatu yang kebetulan tetapi sebuah proses panjang dan kegigihan dari para pembina dan keikhlasan baik dari guru yang telah mendidik anak-anak kita di sekolah negeri.

Bukan membandingkan sekolah-sekolah yang ada di kota Padang Panjang. Namun begitulah adanya betapa besar nama MTS maupun pesantren-pesantren besar yang ada di Padang Panjang , mereka bisa sejajar dan malah prestasi mereka bisa melebihi dari siswa MTS maupun pesantren di kota pendidikan ini.

Ini merupakan prestasi yang luar biasa yang harus dipertahankan baik dan guru sekolah dan stakeholder yang ada, seperti dinas pendidikan dan pemerintah kota Padang Panjang, mudah-mudahan bisa memberikan bantuan seperti program yang terencana dan bantuan moril dan pembiayaan bimbingan, sehingga pembinaan tahfidz semakin efektif, dan meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas.

Karena itu harapan penulis semoga program tahfidz yang telah diprogramkan oleh pemerintah kota baik melalui bagian kesra ataupun dinas pendidikan dapat terealisasi di sekolah-sekolah SMP negeri sehingga dapat mewujudkan secara utuh Padang Panjang sebagai kota tahfidz kota serambi Mekah dan kota lahirnya para ulama besar.